Juli 22, 2024

BREAKING NEWS | BOGOR – Terkait pemberitaan aktifitas diduga ilegal di SPBU 34.16308 Jl. Putat Nutug no 58, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pada Minggu pagi, (09/07/2023). Pasalnya, setelah di konfirmasi melalui pesan Chat WhatsApp seorang oknum aparatur TNI berinisial DD diduga menjadi becking di balik kegiatan diduga ilegal tersebut.

Sangat di sayangkan,salah satu aparatur negara yang seharusnya menjadi contoh ditengah masyarakat malah menjadi bak penguasa dan berperan penting lancarnya bisnis BBM subsidi yg diduga kuat akan di timbun, yang mana modus operandi membuat transportasi sebagai pengangkut BBM jenis solar dengan memodifikasi kendaraan.

Dalam hal ini diharapkan panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Laksamana Yudo Margono mengambil sikap tegas dalam menyikapi oknum TNI yang terlibat menjadi Players Ilegal.

Pada konferensi pers panglima TNI Yudo berpesan kepada seluruh jajaran tentara nasional Indonesia (TNI) yang mana salah satunya,

  • TNI harus jadi teladan di tengah masyarakat. Penampilannya mesti sederhana dengan niatan untuk membantu negara.
  • TNI juga harus tampil menjadi contoh di dalam sikap sederhana dan selalu hadir membantu negara dalam mengatasi kesulitan rakyat,

Dalam ringkasan poin tersebut justru salah satu oknum TNI diduga kuat terlibat menjadi pembek up pemain ilegal BBM dan yang seharusnya membantu negara demi kepentingan masyarakat, jelas hal ini terlibat merugikan negara.

Dikatakan Inisial DD melalui pesan singkat chat Whatsapp menyampaikan, “Kenapa dinaikin atuh mobil saya”,Kata dia.

Kemudian awak media menjawab, semalam lewat ada giat, biasa sosial kontrol”,balas chat Red .

“Iya tapi jangan dinaikin atuh baru juga mulai itu”,Pungkasnya.

Selanjutnya kemudian beralih melalui telpon Whatsapp, menurut pengakuan inisial DD menyarankan pangkalan 9 seharusnya di beritakan juga dan SPBU 34.16308 beralamat di Ciseeng dengan di Pangkalan 9 masih satu Bendera,

“Tapi kenapa pom pangkalan 9 Engga sampean usilin, pangkalan 9 ngejedog gitu knapa enggak sampean usilin yang disini baru merangkak (pangkalan 10)”, tutupnya

Tak hanya itu, kegiatan tersebut bukan kali pertama dan bukan hanya di satu lokasi (wilayah ), menurut informasi yang di peroleh kegiatan ilegal tersebut ada beberapa titik di kabupaten Bogor bahkan di wilayah Jabodetabek.

(Red/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *