Juni 19, 2024

Buserbhayangkaratv.com |

BOGOR – Aktivitas penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diduga ilegal di Stasiun Pengisian Bahan bakar umum (SPBU 34-16115 ) yang beralamat di Jl. Raya Gunung Batu, Desa Gunung Batu, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Pasalnya adanya aktivitas tersebut mencatut nama APH kota Bogor.

Diduga kuat pihak management SPBU bekerjasama dengan para mafia BBM subsidi yang di duga sebagai Anggota aktif Polri Berinisial R,

Hal itu dikatakan oleh sopir L300, saat di konfirmasi Agus menyampaikan, “Ya. Ini milik Ridwan anggota Polresta Bogor Kota” ucap Agus supir mobil pengangkut solar dengan No. pol F 8348 GF.

Selanjutnya, terkait investigasi awak media demi tercapainya kepastian hukum dan keterbukaan informasi public, serta tercapainya citra Polri yang PRESISI,

Beberapa kejanggalan aktifitas yang terjadi di SPBU 34-16115, yang mana kendaraan jenis Bok L300 diduga sudah dimodifikasi dengan kapasitas BBM melebihi standar kapasitas,

Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut di lakukan secara berulangkali tanpa mematuhi peraturan pengisian BBM Solar Subsidi yang mana harus menggunakan barcode setiap pembelian dan mempunyai batas pembelian. Berdasarkan pantauan awak media tidak melihat hal itu di lakukan. Oleh karenanya kuat dugaan bahwa kegiatan tersebut sudah bekerjasama dengan pihak SPBU.

Dalam hal ini berharap Aparat Penegak Hukum beserta pihak terkait agar memberikan sanksi tegas kepada oknum penimbunan Solar dan SPBU yang sudah memberikan akses yang sangat leluasa bagi para penimbun Solar untuk melakukan aksinya, pasalnya mereka melakukan tanpa batas waktu dan tidak memikirkan hak masyarakat pengguna solar lain dan mengakibatkan terjadinya antrian.

Jelas atas fenomena dugaan Aktivitas ilegal tersebut menyalahi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 50 angka (2) huruf d dan f penyidik berwenang untuk segera bertindak menggeledah tempat dan/atau sarana yang diduga digunakan untuk melakukan tindak pidana dalam kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi, menyegel dan/atau menyita alat kegiatan usaha Minyak dan Gas Bumi yang digunakan untuk melakukan tindak
pidana sebagai alat bukti.

(Ysp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *