April 23, 2026

JONGGOL, BOGOR – Buserbhayangkaratv – Proyek pengaspalan jalan hotmix di Kampung Peundeuy RT 02/03 RW 04, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan tajam akibat dugaan selisih anggaran senilai Rp200 juta antara Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan realisasi penggunaan dana.

‎Menurut Sahrul, perwakilan GMPK, nilai proyek yang seharusnya hanya memakan dana sekitar Rp400 juta, tercatat dalam RAB sebesar Rp600 juta. Hal ini memunculkan kecurigaan praktik dugaan markup anggaran bantuan keuangan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kamis, (7/08/2025).

‎Ketika dikonfirmasi pada Rabu (6/8), PJ Kepala Desa dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) terkesan tidak memahami detail teknis pekerjaan. Mereka juga tidak mampu menjelaskan alasan ketidaksesuaian RAB dengan realisasi pembangunan.

‎Alih-alih memberikan klarifikasi, PJ Kades hanya berdalih, “Yang terpenting warga mendukung pembangunan ini.”tegasnya.

‎Sementara itu, Ketua TPK menambahkan, “Jalan ini menjadi akses utama warga menuju Perumahan Citra.”ucapnya

‎Ketika diajak berdiskusi untuk transparansi anggaran, perwakilan desa yakni PJ Kades, Ketua TPK bersama beberapa perangkat desa serta tim pelaksana lain di lokasi pekerjaan justru malah menyatakan,

“Masih mending dialokasikan untuk pembangunan jalan daripada anggarannya dibelikan tanah.”Jelasnya.

‎Camat Jonggol, Andri Rahman, mengklaim proyek telah berjalan sesuai aturan. “Kegiatan ini sudah didampingi secara teknis oleh UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Jonggol,” ujarnya.

‎Namun, saat dikonfirmasi, Masnan, pendamping teknis dari UPT Jalan dan Jembatan, memilih bungkam.

‎Mengingat dana yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Bogor, publik menuntut, Keterangan resmi dan transparan dari pihak terkait. Diharapkan Audit mendalam terhadap penggunaan anggaran, Kemudian dipertanyakan Akuntabilitas dan pertanggungjawaban dari PJ Kades, TPK, dan UPT Jalan dan Jembatan.

‎Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan memadai dari Pemerintah Desa maupun Kabupaten Bogor. Masyarakat menunggu tindakan tegas untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan penyelewengan dana publik ini.

(YSP | Buserbhayangkaratv)

Editor: Av

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *