April 24, 2026

‎BEKASI, BuserbhayangkaratvJagat maya tengah dihebohkan oleh aksi ugal-ugalan tiga kendaraan mewah yang berujung pada insiden tabrak lari di kawasan Jalan Narogong hingga Tol Jati Asih, Kota Bekasi. Peristiwa yang terjadi pada Selasa dini hari (21/04/2026) ini memicu sorotan tajam karena adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI.

‎Insiden bermula sekira pukul 01.20 WIB. Tiga unit kendaraan masing-masing Hyundai Ioniq 5, Toyota Innova Reborn, dan Mitsubishi Pajero Sport terpantau keluar dari gerbang asrama Yonif 202 Tajimalela dengan kecepatan tinggi.

‎Iring-iringan kendaraan tersebut melaju tak terkendali menuju arah Gerbang Tol Jati Asih. Dalam pelariannya, kendaraan-kendaraan ini dilaporkan menyenggol sejumlah pengendara motor  namun terus melaju tanpa memberikan pertanggungjawaban.

‎”Setelah menyenggol, mereka langsung pergi begitu saja. Benar-benar tidak ada tanggung jawab sama sekali,” ujar salah satu korban pengendara motor dengan nada kecewa.

‎Berdasarkan informasi yang diperoleh (Sumber terpercaya) insiden ini diduga kuat berkaitan dengan upaya pengamanan unit kendaraan yang menunggak kredit dari pihak Mandiri Tunas Finance.

‎”Sebelumnya ada mobil milik Mandiri Tunas Finance yang menunggak”,Ujar DD (40) kepada media.

‎Unit yang di cari merupakan jenis kendaraan Hyundai Ioniq 5 senilai miliaran rupiah tersebut diduga disembunyikan di dalam asrama sebelum akhirnya dilarikan pada dini hari.

‎”Mobil itu disembunyikan di asrama Yonif 202 Tajimalela. Harganya mencapai Rp1,25 miliar,”kata DD.

‎Sumber mengklaim telah mengonfirmasi hal ini ke Provost sekitar pukul 13.00 WIB, namun petugas Provost yang piket di pintu gerbang utama menyatakan tidak ada mobil tersebut di dalam asrama,

‎Kendaraan jenis kijang Inova sempat hilang arah saat dilakukan pengejaran, “Kendaraan Innova saat kami melakukan pengejaran berbeda arah”,paparnya.

‎Sumber menyebut bahwa, Unit Hyundai Ioniq 5 keluar dari asrama tanpa menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) depan maupun belakang. Pelarian unit tersebut dikawal oleh Innova Reborn di depan dan Mitsubishi Pajero di belakang.

‎Menurutnya Sekira pukul 01.20 WIB dini hari, Hyundai Ioniq 5 keluar dari asrama dalam kondisi dikawal dan diiringi (back up) oleh Innova Reborn dan Pajero. Salah satu kendaraan teridentifikasi dengan nomor polisi D 1039 AHQ.

‎”Ke tiga kendaraan itu keluar dari dalam asrama melewati gerbang pintu asrama Yonif, yang keluar pertama itu mobil kijang Inova dan di tengah mobil Hyundai Ionic 5 sama sekali tidak menggunakan plat nomor (Nopol) depan belakang, Kemudian di kawal oleh mobil pajero”,ungkapnya.

‎Saat dilakukan pengejaran oleh pihak eksekutor finance, mobil Pajero diduga melakukan manuver berbahaya untuk menghalangi pengejaran. Kuat dugaan terdapat oknum anggota TNI aktif di dalam kendaraan pengawal tersebut.

‎”Kendaraan Innova saat kami melakukan pengejaran berbeda arah”,paparnya.

‎Pihak korban bersama kuasa hukum dari perusahaan finance menyatakan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Mereka menegaskan bahwa tindakan ugal-ugalan yang membahayakan nyawa warga sipil tidak dapat ditoleransi.

‎”Kami akan segera membuka laporan resmi melalui lawyer. Ada indikasi kuat kerjasama antara pihak terkait dengan oknum anggota, apalagi aksi ini dilakukan secara arogan di jalan raya,” tegas sumber internal pihak finance.

‎Hingga berita ini diturunkan, awak media masih mengupayakan konfirmasi resmi dari Pihak Kepolisian setempat dan Pussenif TNI AD / Denpom guna memverifikasi dugaan keterlibatan oknum anggota dan penggunaan fasilitas asrama sebagai tempat penyimpanan unit sengketa.

‎Laporan: Tim Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *