GIANYAR, Buserbhayangkaratv – Proyek strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah informasi yang meragukan terkait proses pengadaannya. Isu yang berkembang meliputi proses lelang ulang yang mengundang tanda tanya, pergantian kontraktor tanpa penjelasan formal, serta kabar pembatalan pinjaman dana dari Bank Pembangunan Daerah (BPD).
Hingga berita ini diturunkan, Pemkab Gianyar belum memberikan keterangan resmi untuk mengklarifikasi status dan perkembangan proyek tersebut. Keheningan pemerintah ini dinilai telah memicu spekulasi dan keresahan di masyarakat.
Keprihatinan publik semakin menguat mengingat kebijakan efisiensi yang digalakkan Pemerintah Pusat. Proyek pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) yang dianggap sebagai kebutuhan sekunder, justru dijalankan dengan pendanaan pinjaman. Sementara itu, sejumlah infrastruktur dasar seperti jalan, trotoar, gorong-gorong, dan pengelolaan sampah yang kondisinya memprihatinkan terkesan tidak menjadi prioritas.
Tuntutan akuntabilitas disuarakan secara terbuka oleh sejumlah pihak. Akun media sosial Gianyar Kiri, pada 16 Januari 2026, mendesak pimpinan daerah memberikan klarifikasi untuk mengungkap fakta dan mencegah penyebaran informasi tidak akurat. Desakan serupa disampaikan oleh Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kabupaten Gianyar, Pande Mangku Rata.
“Sebagai kepala daerah, wajib menjelaskan secara terbuka keberadaan proyek ini. Rakyat berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena proyek ini dibiayai dari anggaran yang bersumber dari pajak rakyat,” tegas Pande.
Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas merupakan prinsip utama dalam pengelolaan proyek strategis, terutama yang melibatkan perubahan kebijakan, lelang ulang, dan kerja sama pembiayaan dengan lembaga perbankan daerah.
Publik kini menantikan penjelasan resmi Pemkab Gianyar terkait beberapa hal krusial: alasan lelang ulang proyek, dasar pergantian kontraktor, serta kejelasan status pembiayaan dari BPD. Tuntutan untuk keterbukaan dalam penggunaan anggaran publik semakin menguat seiring dengan isu yang terus berkembang. (Jro’budi)