JONGGOL, BOGOR, Buserbhayangkaratv – Pemerintah Desa (Pemdes) Sukanegara, Kecamatan Jonggol, menunjukkan komitmen nyata dalam akuntabilitas publik dan mitigasi bencana. Di bawah instruksi langsung Kepala Desa Ahmad Yani, Pemdes mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan normalisasi saluran irigasi sekunder Cipamingkis Aliran Cikompeni, tepatnya di wilayah Kp. Leuwijati dan Kp. Leungsir, Senin (27/04/2026).
Langkah preventif ini menargetkan pembersihan saluran sepanjang kurang lebih 1.000 meter guna mengantisipasi luapan air yang kerap merendam pemukiman warga dan akses jalan kabupaten akibat tingginya intensitas curah hujan.
Kepala Desa Sukanegara, Ahmad Yani, yang turun langsung memantau operasional ekskavator di lapangan, menegaskan bahwa normalisasi ini adalah jawaban atas keresahan warga. Menurutnya, sedimentasi pada saluran dan debit air kiriman dari perbukitan menjadi pemicu utama banjir di wilayah tersebut.
”Kami dari pemerintah desa menindak cepat aliran Jonggol untuk melakukan normalisasi jalan solokan di Kp. Leuwijati Leungsir. Hal ini disebabkan oleh curah hujan air dari bukit yang turun ke lokasi tersebut. Tentu saja, normalisasi ini akan membantu meningkatkan upaya mengatasi persoalan banjir yang ada di area ini,” tegas Ahmad Yani saat memberikan stetmen resmi di lokasi proyek.
Pemdes Sukanegara mengedepankan aspek transparansi dan prosedur formal dalam pelaksanaan proyek ini. Pengerjaan telah dikoordinasikan secara teknis dengan pihak terkait, Camat Jonggol dan UPT Irigasi Kelas A Wilayah 1 Jonggol serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukanegara.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengerukan tidak hanya bersifat sementara, namun sesuai dengan standar teknis irigasi sehingga berdampak pada ketahanan bencana jangka panjang.
Mengingat lokasi pengerukan berada di bahu jalan kabupaten (Jalur Leuwijati – Sukamakmur), Pemdes Sukanegara telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 100.3.4/18-Kesra. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman dari alat berat yang sedang beroperasi.
”Mohon maaf kepada para pengguna jalan jika perjalanan terganggu selama satu hingga tiga hari ke depan. Mohon dimaklumi, mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan keselamatan kita semua,” tambah Kades Ahmad Yani.
Melalui normalisasi ini, Pemdes Sukanegara menargetkan tiga (3) hari kerja terhitung dari hari Minggu, Senin dan Selasa serta target lainnya adalah dua (2) fungsi utama kembali optimal.
1. Fungsi Drainase: Mengalirkan air hujan dan luapan bukit secara lancar sehingga pemukiman warga aman dari banjir.
2. Fungsi Irigasi: Menjamin pasokan air ke lahan pertanian warga tetap stabil, mendukung produktivitas pangan lokal.
Aksi sigap Pemdes Sukanegara ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah desa di tengah masyarakat dalam memberikan solusi faktual atas permasalahan lingkungan yang mendesak.
(Ysp)