September 23, 2026

BOGOR, BuserbhayangkaratvPotret buram akses layanan kesehatan kembali menjadi sorotan. Seorang anak yang bermukim di Kampung Dukut RT 01/RW 01, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, harus berjuang melawan keterbatasan fisik dan kesehatan selama kurun waktu enam tahun terakhir tanpa penanganan medis yang optimal. Rabu, (23/09/2026).

Kondisi pilu ini bermula saat sang anak mengalami kejang hebat (step) pada usia dini. Dampak dari kondisi tersebut perlahan mengikis tumbuh kembangnya, hingga membuat pergerakan serta aktivitas fisiknya sangat terbatas. Kini, ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan bergantung sepenuhnya pada pendampingan keluarga.

Sangat disayangkan, selama bertahun-tahun, keluarga belum memproleh penanganan medis berkelanjutan. Akibat ketidakpastian diagnosis dan minimnya intervensi medis formal, kebutuhan terapi maupun pengobatan yang tepat bagi sang anak hingga kini belum terpenuhi secara pasti.

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, pihak keluarga sangat mengharapkan perhatian dan langkah konkret dari Pemerintah Desa Sirnarasa, Puskesmas setempat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, hingga instansi terkait. Mereka mendesak adanya kunjungan langsung serta pemeriksaan medis secara menyeluruh (comprehensive medical check-up) guna menentukan langkah rehabilitasi atau tindakan medis yang sesuai.

Kisah ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat kritis bagi pemangku kebijakan. Penjaminan dan pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat kurang mampu terutama anak-anak di daerah pelosok harus menjadi prioritas utama yang hadir secara cepat, tepat, dan berkelanjutan. (Ysp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *