Mei 20, 2026

Bekasi – Gelombang perlawanan rakyat kecil kembali menguat. Suara pengemudi ojek online yang selama ini merasa tercekik oleh besarnya potongan aplikator kini mulai menyatu dalam satu barisan perjuangan. Ketua Umum RJB (Raider Jatiasih Bersatu), Aqil, bersama komunitas ojol dan elemen masyarakat akar rumput menyatakan siap turun ke jalan guna mengawal implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 secara nyata dan berpihak kepada rakyat.

Gerakan ini disebut bukan sekadar aksi seremonial, melainkan bentuk kemarahan sosial atas kondisi para driver ojol yang dinilai terus diperas oleh sistem aplikator yang memberatkan. Potongan pendapatan yang selama ini dianggap terlalu besar membuat banyak pengemudi semakin sulit bertahan di tengah tingginya kebutuhan hidup.

Dalam pernyataannya, Aqil menegaskan bahwa perjuangan ini lahir dari suara rakyat kecil yang selama ini hanya dijadikan objek keuntungan tanpa perlindungan yang adil.

“Kami tidak ingin rakyat terus ditekan. Driver ojol bekerja siang malam di jalan, mempertaruhkan keselamatan demi menghidupi keluarga, tapi potongan aplikator justru makin mencekik. Kami menuntut potongan maksimal 8 persen sesuai semangat keadilan sosial yang diperjuangkan rakyat,” tegas Aqil.

Menurutnya, Perpres Nomor 27 Tahun 2026 harus benar-benar dikawal agar tidak hanya menjadi aturan di atas kertas. Ia menilai pemerintah wajib hadir membela kepentingan pengemudi ojol sebagai bagian dari tulang punggung ekonomi rakyat.

Aqil juga menyoroti adanya dugaan praktik ketimpangan dalam sistem kemitraan digital yang dinilai lebih menguntungkan korporasi besar dibanding para pekerja lapangan. Ia menegaskan bahwa bila aspirasi rakyat terus diabaikan, maka gelombang aksi yang lebih besar berpotensi terjadi di berbagai daerah.

“Jangan sampai negara kalah oleh kepentingan korporasi. Rakyat sudah terlalu lama bersabar. Ini bukan sekadar soal potongan aplikasi, ini soal keadilan dan keberpihakan terhadap wong cilik,” lanjutnya.

Barisan komunitas ojol yang tergabung dalam gerakan tersebut disebut mulai melakukan konsolidasi di sejumlah titik. Mereka mengaku siap menyuarakan aspirasi secara terbuka dan damai demi menuntut regulasi yang lebih manusiawi bagi para pengemudi online.

Gerakan ini menjadi sinyal keras bahwa rakyat kecil tidak lagi ingin diam. Ketika jeritan pengemudi tak didengar, jalanan pun siap menjadi saksi perjuangan mereka.
(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *