Juni 12, 2026

๐€๐๐š ๐€๐ฉ๐š ๐ƒ๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐จ๐ฅ๐๐š ๐‘๐ข๐š๐ฎ?

Penulis : Yanto/Qiwil

Pekanbaru Riau-buserbhayangkaratv.Com

Akibat dianiaya,kepala korban bocor dengan darah bercucuran,hampir semua tubuhnya mengalami luka dan lebam,untungnya korban diselamatkan dua orang anggota polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dikedai Kopi Klasik dekat Mapolsek Sukajadi Pekanbaru,”ujar korban saat ditemui kemaren.

Meskipun sudah memasuki hari ke-enam perkara ini dilaporkan ke Polda Riau,namun hingga kini satupun pelaku kelompok Preman yang mengaku Simpatisan Pejabat (Pj) Walikota Pekanbaru belum berhasil ditangkap.

Pengeroyokan Penganiayaan secara sadis dan brutal’nyaris menghabisi nyawa korban Miftahul Syamsir’yang juga Sekretaris DPD KNPI Riau berawal dari kritikannya kebijak publik Pj Walikota Pekanbaru Muflihun terkait persoalan banjir,tarif parkir yang dinaikan,dan sampah berserakan di Pekanbaru.

Miftahul Syamsir sangat menyayangkan lambannya Kapolda Riau bertindak menangkap pelaku Defrianto Alias Epi Taher yang memberikan perintah kepada gerombolan preman sudah mengakui perbuatannya dengan membuat pernyataan di beberapa media online.

“Apakah sesulit ini bagi Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memproses kasus yang sebenarnya sepele,untuk mengungkapnya padahal pelakunya sudah diketahui,kasus ini hampir menghilangkan nyawa saya jika tidak diselamatkan dua orang anggota polisi ketika terjadi penganiayaan dan pengeroyokan terhadap saya,”ungkap Miftahul kepada Wartawan yang masih terbaring di rumah sakit,kamis (13/10/2022) di RS Santa Maria Pekanbaru.

“Apakah tidak ada lagi keadilan di Riau?.Apakah untuk mendapatkan keadilan saya harus menggunakan hukum Rimba? Sementara kondisi badan saya masih seperti ini.Apakah ada kaitannya dengan pejabat?Ada apa dengan pak Kapolda Riau?,”ujar Miftahul sambil menahan sakit dengan berurai air mata.

Sementara itu,Mirwansyah SH,MH Kuasa Hukum korban menyatakan,perkara yang menurut mereka yang tidak manusiawi tersebut agar segera ditangkap pelakunya oleh Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal.

“Karena sampai hari ini pelaku belum ditangkap,masih berkeliaran.Ini murni kriminal,ini murni pelanggaran hak asasi manusia,”ungkap Mirwansyah.
Ia merasa heran,kenapa sampai saat ini satupun pelaku kelompok preman tersebut belum bisa ditangkap?

“Apakah sesulit itu perkaranya,saya ngak ngerti.tapi usai dianiaya dan dikeroyok kelompok preman Jumat malam 7 Oktober 2022 dengan keadaan berlumur darah dalam keadaan yang sangat kacau,korban sudah membuat laporan ke Polda Riau,”ujar Mirwansyah sembari mempertanyakan keseriusan Polda Riau.

“Namun sampai detik ini,belum ada penangkapan yang dilakukan Polda Riau terhadap para pelaku.Oleh karena itu,saya memohon dengan sangat bapak Kapolda Riau untuk memberikan atensi terhadap aktivis yang dikeroyok oleh sekelompok preman ini,”imbuh Mirwansyah.

Kendati belum satupun pelaku dari kelompok Preman belum ditangkap. Mirwansyah tetap merasa yakin Kapolda Riau mampu menangkap para pelaku kelompok preman tersebut dan kembali memberikan rasa aman dan ketertiban di Pekanbaru Kota Bertuah.

“Saya yakin Bapak Kapolda Riau mampu untuk menangkap Pelaku,dan Kami percaya Pak Kapolda Riau akan memberi rasa aman dan ketertiban di Pekanbaru Riau,”tandas Mirwansyah.

Sementara itu pihak polda Riau sampai saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait tindak lanjut laporan Korban penganiayaan dan pengeroyokan Miftahul Syamsir,Jumat (7/10//2022) lalu.

“Gasโ€ฆ,Habisiโ€ฆucap Epi Taher memberikan perintah kepada gerombolan preman yang mengeroyok dan menganiaya saya,tidak hanya dipukuli dan ditendangnya,saya juga dipukuli dengan gelas,kursi,sendok dan garpu,saya dipukuli mereka sampai kepala saya bocor bercucuran darah dan mata saya lebam merah,seluruh badan saya sakit memar-memar dan luka-luka di seluruh tubuh akibat pengeroyokan kelompok Preman yang mengaku simpatisan Pj Walikota Pekanbaru,”papar Miftahul menceritakan kronologis kejadian.

“Jadi,saya tegaskan yang bawa-bawa nama Pj Walikota Pekanbaru Muflihun dalam penganiayaan dan pengeroyokan adalah Epi Taher yang mengaku simpatisan Pj Walikota Pekanbaru karna kurang senang terhadap berita kritik banjir dan parkir di Pekanbaru,”beber Miftahul.

“Apakah tidak boleh Pejabat Walikota di kritik terkait persoalan banjir dan parkir yang terjadi Pekanbaru?.Sehingga saya dianiya dan dikeroyok Bodyguard Pj Walikota Pekanbaru bersama rombongan preman,”urai Miftahul.

Ironisnya,sampai saat ini kelompok preman Pelaku pengeroyokan belum ditangkap Polda Riau.Padahal sudah dilaporkan ke Polda Riau,Jumat (7/10/2022) usai Miftahul Syamsir dianiaya dan dikeroyok dengan nomor laporan STPL/B/480/ X/2022/SPKTPOLDA RIAU.07 Oktober 2022,dugaan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP yang diduga dilakukan oleh DE alias ET dan kawan-kawan.(REL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *