
Kebrutalan pihak PTPN III Kebun Bangun kembali terjadi hingga memakan banyak korban dari warga. Kerusuhan terjadi Pada tanggal 25 januari 2023, sekitar Pukul 10.08 Wib dimana ratusan security PTPN III Unit Kebun Bangun berpatroli dan mengkawal alat berat yang bergerak merusak pertanian dan rumah Warga.
Para security PTPN datang dengan membawa batu, kayu, rotan dan belati dikaki, Medatangi rumah rumah masyarakat. Mereka menghancurkan tanaman dan rumah-rumah masyarakat yang ada di kampung baru, gurila, Kota Pematangsiantar.

Pada saat warga menghalau Pihak PTPN III yang berniat Merusak rumah dan lahan pertaniannya, pihak security malah memukulinya, bahkan ibu Tiomerli Sitinjak selaku ketua Forum Tani Sejahtera (FUTASI) dipukuli hingga wajah dan mata bengkak dan lebam.
Tak hanya itu kebrutalan pihak security semakin menjadi dengan memukuli masyarakat lainnya yang bertahan bahkan melempari warga dengan tanah, batu dan kayu kearah masyarakat yang melarang kegiatan perusakan PTPN tersebut.
Vio sinambela anak yang berusia10 tahun yang berupaya merangkul bapaknya dari kejaran pihak security juga ikut di pukul pihak security. Tak habis sampai disitu rumah-rumah masyarakat juga di lempari, yang mengakibatkan banyak masyarakat yang terluka terkena lemparan dan rumah rumah warga rusak.
E Pasaribu selaku ibu kandung dari Vio Sinambela yang menjadi Korban pemukulan meminta kepada pemerintah terkhusus Presiden, Komnas HAM, Kapolri, Walikota, DPR untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan dan perampasan Lahan yang dilakukan oleh Pihak PTPN III Kebun Bangun.

Beberapa Mahasiswa juga dikeroyok pihak Security hingga mengalami Luka dan terjadi pengerusakan terhadap sepeda motor mahasiswa yang hendak pulang melintasi posko security PTPN III.
Beberapa mahasiswa yang di pukuli adalah mahasiswa USI yang selama ini turut bersolidaritas mendukung perjuangan masyarakat untuk mendapatkan keadilan terhadap perilaku PTPN III yang mau menyerobot tanah masyarakat. Selama ini para mahasiswa mengadakan progam pendidikan gratis bagi masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Saat ini masyarakat kampung baru kelurahan gurila Kota Pematangsiantar berada di polres Pematangsiantar dan Polsek Martoba untuk membuat laporan Pengaduan.
Adapun beberapa korban yang melapor :
1.Tiormerli Sitinjak (54 Thn) Ketua Futasi
2.Selvia Ramadhani (30 Thn) Masyarakat
3.Denara Sihotang (20 Thn) Masyarakat
4.Vio (11 Thn) Anak Anak
5.Tiurlina Sihombing (40 Thn) Masyarakat
6.Wirtawati Sitanggang (33 Thn) Masyarakat
7.Mario gloryes situmorang (27 THN) Mahasiswa
Front Gerilyawan Siantar dan Pengacara Masyarakat mendesak Kapolri mengambil alih kasus ini karena kami menganggap Polresta Pematangsiantar tidak mampu menjaga keamanan masyarakat Kota Pematangsiantar, karena sudah berulang kali pihak PTPN III melakukan tindak pidana kekerasan terhadap masyarakat kita Pematangsiantar.

Hingga berita ini diterbitkan warga masih berada di Polres Pematang Siantar untuk membuat laporan pengaduan.
Penulis: FP