JAKARTA | BUSERBHAYANGKARA.TV – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pentingnya membangun pertanian, peternakan dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri bagi 290 juta jiwa penduduk Indonesia.
Upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan harus dilakukan dengan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk akses terhadap pupuk dan harga jual hasil panen petani.
Pemerintah harus mencari solusi dan memastikan birokrasi bukan menjadi penghambat dan kebijakan pemerintah harus berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 Presiden Prabowo Subianto melaporkan pencapaian swasembada untuk delapan komoditi pangan utama, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih dari target sebanyak 1.386 titik, serta peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk menyerap hasil panen petani dan nelayan.
Capaian Sektor Pertanian
Untuk capaian sektor pertanian, Indonesia telah mencapai kemandirian pangan untuk delapan komoditi, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 23 Juli 2026 mencatat stok beras Perum Bulog mencapai 5,24 juta ton. Cadangan tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat kemampuan pemerintah dalam menjaga pasokan dan stabilitas harga.
Harga pupuk telah berhasil turun hingga 20 persen untuk pertama kalinya dalam sejarah dengan ketersediaan volume yang meningkat. Pemerintah juga mengakui bahwa untuk daging dan bawang putih masih harus kerja keras dan berjuang meraih swasembada.
Capaian Sektor Perikanan
Pemerintah telah berhasil membangun Kampung Nelayan Merah Putih sebanyak 100 kampung nelayan dari target sebanyak 1.386 kampung nelayan yang akan beroperasi pada akhir Desember 2026. Fasilitas ini mencakup dermaga, tempat pelelangan ikan (TPI), ruang pendingin (cold storage), hingga bengkel pengolahan hasil laut
Nilai perikanan Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 34 miliar dolar AS per tahun, dan pemerintah terus berupaya mengamankan kekayaan laut tersebut agar sepenuhnya dinikmati oleh nelayan lokal.

Target dan Tantagan Ketahanan Pangan
Dari rangkaian isi pidato Presiden Prabowo Subianto menjelaskan beberapa target dan tantangan dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan untuk meraih ketahanan pangan secara mandiri. Ada beberapa target dan tantangan dalam meraih ketahanan pangan, seperti :
Pertama adalah target swasembada bawang putih. Indonesia akan mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan, pemerintah harus berupaya dan sinergi dengan para petani. Target agar dapat meraih swasembada bawang putih merupakan pekerjaan rumah buat pemerintah terutama dalam penyediaan lahan bagi petani bawang putih.
Tahun 2025 produksi bawang putih nasional tercatat sebesar 36.862 ton, sementara kebutuhan nasional per tahun sekitar 600.000 hingga 700.000, saat ini impor bawang putih lebih dari 90 persen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Untuk mencapai swasembada bawang putih diperkirakan membutuhkan total luas lahan tanam sekitar 100.000 hektare.
Kedua adalah memperbanyak populasi sapi dengan tehnologi kloning. Pemerintah akan memanfaatkan teknologi kloning untuk memperbanyak populasi sapi di Indonesia. Pemerintah masih menghadapi tantangan besar untuk meraih swasembada daging, pemerintah akan memanfaatkan teknologi kloning dan mencari mitra untuk menggenjot produksi daging nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025 total populasi sapi di Indonesia sekitar 14,05 juta ekor. Jumlah tersebut terdiri dari 13,54 juta ekor sapi potong dan sisanya merupakan sapi perah
Untuk meraih swasembada daging untuk kebutuhan penduduk Indonesia sekitar 290 juta jiwa dengan tingkat konsumsi daging rata-rata 2,6 kg per kapita per tahun, maka dibutuhkan daging sapi sekitar 754.000 ton per tahun. Agar pasokan ini terpenuhi secara mandiri tanpa adanya impor, diperlukan populasi sapi kurang lebih sekitar 22 juta ekor.
Ketiga adalah pemerintah akan membangun 1.582 kapal ikan modern. Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran bagi seluruh rakyat dan terutama bagi para nelayan. Nilai perikanan Indonesia setiap tahun sekitar 34 miliar dollar, mungkin baru sekitar 5 persen yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia, sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa adanya izin dari pemerintah
Keempat adalah penguatan ekonomi desa dan rantai pasok. Ditargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa Merah Putih yang akan beroperasi pada akhir tahun 2026. Adapun tujuannya adalah untuk menyerap produk serta hasil panen dari petani dan nelayan setempat agar tidak ada lagi hasil tani yang rusak tanpa adanya pembeli.
Penulis :
Tonny Saritua Purba
- Pokja Bidang Tani dan Nelayan DPP Partai Golkar
- Ketua Bidang Tani dan Nelayan Depinas SOKSI