KALIMANTAN BARAT, SEKADAU | Dalam penelusuran awak media di sejumlah SPBU yang ada di wilayah kalbar terlihat antrian kendaraan menunggu pengisian BBM bersubsidi pada Rabu, (19/04/2023).
Salah satu nya SPBU yang ada di kabupaten Sekadau,dimana terdapat banyak pengantrian diduga ada berberapa mobil yang sudah di modifikasi dengan tengki siluman,
Saat di mintai tanggapan terkait antrian itu, Supir expedisi yang berinisial Jp yang mewakili para sopir ekspedisi menyampaikan keluhan di SPBU 64. 795. 01 di jl. lintas Kalimantan Poros tengah, tapang semadak, kecamatan Sekadau Hilir, kabupaten Sekadau Kalimantan barat.
“SPBU itu banyak tapi kami selalu tidak ke bagian,padahal kami ini bawa bahan makanan (Sembako) ke sejumlah kabupaten, ada sampai ke badau kabupaten Kapuas hulu,
Tahu sendiri kn red, jauh nya jarak tempuh Badau dari Pontianak memerlukan BBM yang banyak”,jelasnya JP
dengan banyak nya spbu di Kalbar ini kami kira mudah mendapatkan BBM,ternyata sulit nya minta ampun,dan harus mengantri panjang,”sambungnya
Apalagi SPBU yang berada di Sekadau ketika kami masuk mau ngisi,mesin nya malah dimatikan dan bilang minyak nya sudah habis,jelas jelas tangki Pertamina baru selesai ngisi di spbu itu, pas datang pikcup atau kijang keluarga yang sudah di modifikasi dengan tangki siluman,mesin nya di hidupkan,mereka yang di prioritas kan dulu pak dari pada kami yang bawa sembako,kami seperti di musuhi orang orang SPBU, bahkan ada yang bilang berita kan saja banyak banyak oleh awak media enggak akan ada pengaruhnya kata orang orang spbu di Sekadau, makannya (red) kebetulan bertemu dengan wartawan ya apa yang kami lihat dan kami dengar di spbu itu lah yang kami ceritakan,”Ungkap JP
Jelas nya lagi,kami harus menunggu mereka yang mengantri menggunakaan pickup yang di atasnya banyak drum,bukan hanya satu pikcup ada berberapa buah yang di atasnya drum semua
Mereka selalu diprioritaskan oleh SPBU,dan kami pun tidak tau untuk apa dan buat apa dan di bawa kemana minyak yang menggunakan pickup tersebut,”Terangnya JP salah satu supir expedisi
Aneh nya mereka itu santai saja,lanjut nya,kami saja yang bawa jerigen hanya 2 di pertanyakan buat apa minyaknya,dan terkadang di tangkap,”katanya dengan sedih
Lebih lanjut JP, Atensi Kapolda yang baru sempat membuat kami senang , Namun setelah melihat semakin sakit kami cari minyak buat ngisi minyak track dan yang antri menggunakan drum santai santai saja membuat kami kecewa, untuk apa membuat atensi untuk memberantas mafia migas kenyataan di lapangan semakin tak terkontrol,dan dianggap remeh,apa itu hanya Kongkalikong saja”,katanya dengan nada sedikit tinggi
Dalam hal tersebut, keluhan pengguna kendaraan ekspedisi itu terkesan menjadi sasaran para mafia ketika oknum mafia BBM subsidi diduga kurangnya berkoordinasi dan masyarakat kecil yang malah menerima dampaknya buruknya, hingga ada yang tertangkap.
Kami meminta kepada Kapolda KalBar yang baru tolong berantas benar benar,mafia migas di SPBU SPBU,sudah sering dan banyak yang memberitakan masalah SPBU namun,semakin menjadi pengantri menggunakan drum dan dugaan kuat tengki siluman,kemana atensi yang di gaung gaung kan kalau macam begini di lapangannya,”Ujarnya
Selanjutnya, Kami meminta jangan hanya anak buah yang di turunkan, untuk memantau aktifitas di SPBU, gunakan juga mata para awak media dan lsm yang langsung melihat situasi di lapangan seperti apa dan memberitakan temuan pada hari itu juga”,kata JP kembali menegaskan
Harapan saya kepada bapak Kapolda Kalbar yang baru,jalan kan apa yang telah di atensikan dengan sebenarnya dan pikirkan juga kami sebagai masyarakat kecil yang mencari makan bertaruh nyawa sebagai supir expedisi mengangkut bahan makanan buat yang di ujung Kalbar,” tutupnya JP dengan sedih.
Kemudian ditegaskan lagi lewat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketentuan mengenai kebebasan pers dan keterbukaan informasi diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999.
(Hd)