Juni 18, 2024

BOGOR, buserbhayangkaratv.com | Kelangkaan gas LPG 3kg acap kali jadi problem di beberapa wilayah hal ini jadi sorotan pemerintah. Baru-baru ini awak media mendapat kan infomasi dari warga sekitar adanya sebuah lahan kosong di jadikan tempat penyuntikan gas LPG 3kg.

Untuk memastikan informasi yang di dapat awak media mencoba mendatangi tempat tersebut. Alhasil benar adanya banyaknya armada yang membawa gas LPG 3kg dan LPG 12kg keluar masuk di tempat itu. Jl Raya Parung Bogor tepatnya sebrang Pendopo45. Kamis (01/02/2024).

Dilokasi yang di jadikan tempat penyuntikan gas LPG 3kg sudah tersedia batu es media pembantu pemindahan gas LPG. Dan banyak berserakan segel gas lancarnya aktivitas gas penyuntikan di lokasi.

Masi di lokasi yang sama, di lokasi di jaga ketat oleh oknum salah satu Organisasi (Ormas). Setiap ada yang masuk harus melakukan pendataan dulu di sini,” ucap salah satu penjaga di lokasi.

Hal ini amat di sayang kan, adanya penyuntikan gas LPG 3kg bebas beroprasi. APH harus bertindak hal ini merugikan Masyarakat dan merugikan Negara.

Pasal 55 Undang-undang RI Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas sebagaimana yang telah diubah dengan Pasal 55 undang-undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2002 tentang Cipta Kerja. Dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 60 miliar.

Hal itu menurut Marjuddin Nazwar Selaku kornas DPP LSM Berkordinasi Mengatakan, “Ada Perbuatan Melawan Hukum Yang Sangat Jelas Disini, Dimana Sesuai Fakta Lapangan Yang Didapat Juga Berdasarkan Pengumpulan Bahan Keterangan Didapat Disekitar Area Itu Sangat Jelas Terjadi Pengoplosan GAS Tersebut dan Itu Sangat Menyalahi Menurut Undang Undang Juga Hukum Tindak Pidana”

Harapnya agar Mabes Polri dan Polda Dapat Menyikapi Lalu menindak Para Pelaku Dimana Jelas Jelas Tindakan Itu Sudah Meresahkan Masyarakat Setempat, Untuk Itu Secara Tegas Marjuddin Juga Meminta Agar Pihak Mabes Polri Segera Menindak Pihak Polsek Setempat Dikarenakan Sangat Keras Aroma Bau Busuk Yang Dilakukan Secara Subahad Oleh Para Oknum dan Pelaku Pengoplosan Gas Tersebut”,Ujarnya

Hingga berita ini di muat awak media masi memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari Aparat Penegak Hukum.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *