SUKAMAKMUR, BOGOR, Buserbhayangkaratv – Viral! Sebuah video amatir menguak pilunya konflik agraria yang menyentuh hati netizen. Bukan sekadar pohon pisang yang tumbang, tapi juga harapan warga yang ikut rebah diterabas golok kesewenang-wenangan. Insiden yang terjadi pada Sabtu pagi, 23 Agustus 2025, di kawasan Gunung Batu 3, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat. ini menyisakan duka dan tuntutan keadilan yang mendesak oleh petani di Sukaharja.
Dalam video yang beredar, Seorang Warga, sebut saja mang Yana, Ia selaku Ketua Blok Kelompok Tani Hutan Akar Berkah, dengan jelas menyatakan fakta yang memilukan. Dengan tegas ia menyayangkan aksi oknum preman diduga suruhan dari pihak pengembang yang tega menebangi kebun pisang milik Pak Gopar, seorang petani yang telah bersusah payah menanam dan merawatnya.
Yana meminta pemerintah pusat segera bertindak konkret, “Inilah ulah mereka! Tanaman pisang ini milik Pak Gopar.”kata Yana seperti didalam video yang ia share. “Kami meminta pemerintah pusat segera bertindak. kami hanya orang kampung yang hanya bekerja di kebun. Lantas kalau kebun hasil tanaman para petani di tebang kita mau makan apa, untuk keluarga dan nafkah sekolah anak. Kan dari hasil tani,”harapnya Yana.
”Konflik lahan di sini sangat memprihatinkan dan semakin memanas.”tandasnya.
Faktanya, usia panen pisang membutuhkan waktu yang tidak singkat, mencapai kurang lebih 12 bulan. Artinya, investasi waktu, tenaga, dan harapan petani Gopar musnah dalam sekejap.
Aksi pembabatan yang diduga dilakukan oleh oknum suruhan pengembang ini dipicu konflik lahan yang tak kujung rampung, bukan hanya merusak tanaman, tetapi secara sistematis memutus mata pencaharian dan masa depan para petani di Gunung Batu 3. Kini, kata ‘panen’ telah berubah menjadi ‘kekecewaan’.
Dan tragisnya, kekejian ini tidak berhenti di sana. Gubuk tempat bernaung milik Petani pak Gopar juga dilaporkan hangus dibakar, menunjukkan pola aksi yang terstruktur dan tidak berperikemanusiaan. Kini, harapan untuk mendapat keadilan di tanah kelahirannya sendiri sirna ditelan dominasi penguasa lahan.
Dalam hal ini, tidak hanya menyoroti viralnya sebuah video, tetapi lebih pada esensi konflik yang membutuhkan perhatian serius. Lesuhnya pohon pisang adalah simbol lesuhnya nasib petani kecil. “Kami menuntut tindakan tegas dan nyata dari pemerintah pusat untuk segera turun tangan, menginvestigasi kasus ini hingga tuntas, dan memberikan perlindungan serta keadilan bagi pak Gopar dan seluruh petani di Desa Sukaharja. Keadilan harus ditegakkan, bukan hanya menjadi harapan yang mengawang.
”Berharap Pemerintah Turun Tangan dan memberikan perlindungan serta keadilan bagi Pak Gopar dan seluruh petani di Desa Sukaharja. Keadilan harus ditegakkan, bukan hanya menjadi harapan yang mengawang.”Pungkasnya.
(Ysp)