Maret 16, 2026
Doc : Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Kota Bekasi (DPP GMKB)

Bekasi – Buser BhayangkaraTv.com

Memasuki bulan suci Ramadan, masyarakat kembali dihadapkan pada fenomena munculnya istilah “minta THR” yang kerap dilakukan oleh oknum tertentu dengan mengatasnamakan kelompok atau organisasi. Praktik tersebut dinilai sangat mengganggu ketertiban umum serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda Kota Bekasi (DPP GMKB), Nicolous Yuliano Ridwan, menegaskan bahwa Gerakan Muda Kota Bekasi tidak membenarkan adanya gerakan tambahan apa pun yang mengangkangi nilai-nilai perjuangan GMKB.

Ia menegaskan bahwa GMKB berdiri dengan tujuan mulia, yakni terlibat aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hadir di tengah masyarakat, membela orang-orang lemah, serta memperjuangkan kepentingan kaum papa.

Selain itu, GMKB juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tingkat lokal.

“GMKB tidak pernah mengajarkan praktik-praktik yang meresahkan masyarakat. Sebaliknya, kami meneguhkan komitmen untuk selalu berjalan di atas nilai pengabdian, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral sebagai organisasi kepemudaan,” tegasnya.

Menurutnya, bulan suci Ramadan harus dimaknai sebagai momentum memperkuat keimanan, solidaritas, dan kepekaan sosial, bukan justru dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap organisasi kepemudaan.

“Kita harus selalu mengingat semangat pendirian organisasi kepemudaan GMKB, yaitu menjadi pelopor kebaikan, agen perubahan, serta garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial,” tambahnya.

Perbedaan OKP dan Ormas

Dalam pernyataannya, GMKB juga menekankan pentingnya pemahaman mengenai perbedaan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). OKP merupakan organisasi yang berfokus pada pembinaan, pengembangan karakter, serta peran strategis generasi muda dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan pembangunan.

Sementara itu, Ormas memiliki cakupan keanggotaan yang lebih luas, melibatkan berbagai unsur masyarakat dengan tujuan sosial, budaya, atau kepentingan tertentu.

Sebagai OKP, GMKB memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah kepemudaan, bersikap edukatif, serta mengedepankan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa, bukan kepentingan pragmatis sesaat.

GMKB mengajak seluruh elemen pemuda untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menghormati nilai-nilai Ramadan, serta memperkuat peran positif pemuda dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan berkeadilan.

(Rel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *