Maret 16, 2026

‎KLAPANUNGGAL, BOGOR – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mendadak menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) An-nur melaporkan temuan mengejutkan terkait distribusi pangan yang diterima anak-anak mereka pada hari ini, Senin (23/2/2026).

‎Para wali murid mengeluhkan bahwa paket MBG yang seharusnya menjadi penunjang gizi justru diduga mengandung produk kadaluarsa dan tidak layak konsumsi. Yang menjadi titik kritis perhatian adalah metode distribusi di mana siswa langsung menerima paket bahan pangan untuk jatah tiga hari sekaligus, yakni untuk periode Senin hingga Rabu (25/2/2026).

‎Dari hasil penelusuran dan dokumentasi wali murid, komposisi paket MBG yang diterima siswa terdiri dari, Setengah bungkus roti tawar, Dua buah jeruk, Satu buah buah naga, Dua butir telur asin (bebek) dan dua kotak susu kemasan merek Ultra.

‎Saat paket tersebut diperiksa oleh orang tua di rumah, ditemukan kondisi yang memprihatinkan. Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan identitasnya mengaku kaget saat membuka isi paket.

‎”Saya sempet kaget, pas saya meminta ke anak soal makanan bergizi gratis (MBG) dari sekolahnya. Saya tanya-tanya anak, dapet MBG gak? Anak saya jawab dapet, untuk 3 hari. Pas saya buka, Roti tawarnya ternyata berjamur (buluk) dan baunya tidak sedap,”*ungkapnya dengan nada kesal.

‎Kondisi roti yang berjamur dan berbau asam ini langsung memicu kekhawatiran massal. Para orang tua menilai, pemberian paket bahan pangan yang mudah rusak (seperti roti) untuk konsumsi tiga hari ke depan tanpa metode penyimpanan yang tepat di tingkat siswa adalah kebijakan yang berisiko tinggi.

‎Menanggapi hal ini, para wali murid secara tegas meminta intervensi instansi terkait. Mereka mendesak Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta aparat pengawas untuk segera turun tangan.

‎”Program MBG tujuannya mulia, untuk membantu gizi anak. Tapi ini malah membahayakan. Kami minta pihak terkait segera turun tangan dan melakukan audit menyeluruh terhadap dapur penyedia MBG. Cek standar kebersihan, proses pengolahan, hingga sistem distribusinya. Harus ada tindakan tegas agar kejadian seperti ini tidak terulang,”tegas seorang wali murid lainnya.

‎Hingga berita ini ditayangkan, pihak pengelola MTs An-nur maupun penyedia jasa katering MBG belum dapat dikonfirmasi konfirmasi atau di klarifikasi resmi terkait temuan dugaan produk kadaluarsa dan mekanisme distribusi tiga hari tersebut.

‎(Ysp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *