Juli 30, 2026

BOGOR, Buserbhayangkaratv — Aktivitas galian batu yang beroperasi di aliran Sungai Cilandak, Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, kini menjadi sorotan publik. Kegiatan penambangan tersebut diduga kuat berjalan tanpa izin resmi dan mengancam keselamatan lingkungan sekitar.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Kamis (30/7/2026), aktivitas pengerukan batu kali di dasar serta bibir sungai tampak masih berlangsung aktif. Di lapangan, terlihat sedikitnya satu unit truk engkel pengangkut hasil tambang beserta sejumlah pekerja yang tengah memuat material batu.

Menurut keterangan seorang warga setempat berinisial R, aktivitas pengerukan ini dikelola oleh seorang oknum kepala dusun berinisial JR.

“Aktivitas ini dikelola oleh seseorang yang dikenal warga, yakni oknum Kepala Dusun berinisial JR,” ungkap R saat memberikan keterangan di lokasi.

Keberadaan tambang liar ini memicu gelombang keresahan masyarakat, khususnya para pemilik lahan pertanian dan sawah yang berada tepat di bantaran Sungai Cilandak. Pengerukan material secara tidak terkendali ini dinilai menjadi ancaman serius yang berpotensi memicu bencana alam, seperti:

* Erosi dan Tanah Longsor: Perubahan struktur dasar sungai yang merusak dan melemahkan dinding sungai.

* Potensi Banjir Bandang: Perubahan alur serta pendangkalan sungai yang berisiko memicu luapan air ke pemukiman warga saat curah hujan tinggi.

Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya jajaran Polres Kabupaten Bogor beserta instansi dinas terkait, untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menghentikan total kegiatan penambangan tersebut.

Warga menuntut agar pihak pengelola bertanggung jawab penuh atas kerusakan lingkungan yang diperkirakan telah mencapai bentang panjang sekitar 500 meter di sepanjang aliran sungai.

“Kami berharap ada tindakan tegas dari penegak hukum. Jangan sampai lingkungan kami rusak permanen hanya demi keuntungan pribadi segelintir oknum. Penegakan hukum harus dilakukan secepatnya sebelum dampaknya semakin meluas,” tegas salah satu warga setempat. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *