Mei 13, 2026
Dalam percakapan WhatsApp, pengawas mengaku sebagai "kawalannya", enggan menjelaskan legalitas penggunaan BBM subsidi, dan malah mempertanyakan identitas jurnalis berujung pada pemberitaan.

BOGOR, Buserbhayangkaratv — Sebuah percakapan melalui WhatsApp antara jurnalis media online dengan seseorang yang mengaku sebagai pengawas truk tangki pengangkut semen curah (Bulk Cement) milik PT MPM atau SBS mengungkap dugaan serius: penggunaan BBM bersubsidi untuk operasional angkutan barang komersial.

‎Dalam konfirmasi yang dilakukan, pihak yang diduga sebagai pengawas justru terlihat menghindar, tidak memberikan jawaban tegas, dan berbalik mempertanyakan identitas wartawan.

‎Pada Sabtu (25/1), seorang jurnalis dengan inisial Y mengirim pesan WhatsApp kepada seseorang yang tersimpan dengan nama “PdL”, diduga sebagai pengawas tangki semen milik Indocement. Tujuannya adalah memverifikasi kebenaran informasi mengenai dugaan penggunaan solar subsidi untuk kendaraan tangki pengangkut semen curah.

‎Y membuka percakapan dengan sopan,
‎“Assalamualaikum bang… Mohon maaf mengganggu waktunya. Izin konfirmasi apakah di benarkan mobil tengki muat Cemen mengisi solar subsidi?”tanya awak media.

‎Namun, alih-alih menjawab substansi pertanyaan, Pihak yang dikonfirmasi justru balik bertanya tentang identitas Y,
‎“Maaf sampean cari sopo?”, “Qm cari siapa?”, “Ada buktinya?”, “Sampean siapa? Identitas sampean?”tanyanya.

‎Ia bahkan memberikan respons yang terkesan menghindar:
‎“Loh kok tanya saya??” dan “Ya kalau tidak ada masalah ya sudah.”Kata Pdl

‎Saat ditanya lebih lanjut apakah ia adalah pengawas atau kontraktor dari PT MPM/SBS, ia hanya menjawab singkat:
‎“Saya sih kawalannya.”Tulisnya.

‎Ketika awak media menegaskan kembali pertanyaan inti tentang legalitas penggunaan solar subsidi untuk angkutan komersial, jawaban yang diterima justru mengembalikan pertanyaan:
‎“Menurut keyakinan mas nya seperti apa?”Ucapnya.

‎Y kemudian menyampaikan pandangan bahwa seharusnya kendaraan pengangkut barang berat menggunakan BBM jenis Dex (solar nonsubsidi), bukan solar subsidi,
‎“Bukannya tidak boleh seharusnya menggunakan BBM DEX. Betul tidak?”tanya Y ke pdl.

‎Namun, pihak pengawas hanya merespons:
‎“Saya sih ikut keyakinan mas nya saja.”Jawabnya.

‎Merasa konfirmasi tidak diindahkan dan tidak mendapat kejelasan, Y akhirnya menyatakan akan mempublikasikan berita berdasarkan konfirmasi yang telah dilakukan. Pihak pengawas pun membalas dengan analogi yang tidak terkait langsung dengan masalah inti, tentang oknum di instansi tertentu.

‎Y menutup percakapan dengan menyatakan:
“Baik bang. Kalau memang bentuk konfirmasi kami tidak diindahkan. Terimakasih. Yang penting saya sudah berupaya menanyakan secara langsung ke pihak penanggung jawab.”jelasnya

‎Kendati demikian, Penggunaan solar subsidi untuk angkutan komersial barang seperti semen curah secara regulasi tidak diperbolehkan. BBM subsidi hanya ditujukan untuk sektor tertentu sesuai ketentuan pemerintah.

‎Diduga Pihak terkait yang dikonfirmasi cenderung defensif, menghindar, dan tidak memberikan klarifikasi terbuka. Justru hal tersebut bertentangan dengan prinsip transparansi dalam pengawasan operasional logistik.

‎Upaya Wartawan telah melakukan konfirmasi langsung kepada pihak terkait sebagai bentuk pemenuhan prinsip akurasi dan keberimbangan sebelum publikasi, meski respons yang diterima tidak memadai.

Sikap tidak responsif dari pihak yang diduga sebagai perwakilan operasional dapat memicu pertanyaan publik mengenai kepatuhan dan pengawasan internal perusahaan.

‎Hasil Investigasi ini berdasarkan bukti percakapan WhatsApp sebagai upaya menyajikan informasi yang akurat, faktual, dan tegas. Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan resmi dari PT MPM.

Lebih lanjut, di harapkan klarifikasi atau konfirmasi resmi dari perusahaan tersebut.

‎(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *