BEKASI, CIBARUSAH, Buserbhayangkaratv – Proyek pembangunan penahan dasar sungai (groundsill) di aliran Kali Cipamingkis, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, mendadak jadi sorotan tajam publik. Proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh PT Indoraya Kabenteng tersebut menelan korban jiwa sebelum sempat rampung 100 persen.
Seorang remaja berusia 15 tahun dilaporkan tewas tenggelam di area konstruksi bendungan yang berlokasi di Kampung Cijati, Desa Sirnajati, Kecamatan Cibarusah, pada Kamis (09/07/2026) pagi.
Insiden tragis ini memicu gelombang desakan dari masyarakat terkait standar keselamatan kerja (safety) pada proyek strategis tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut kesaksian rekan korban di lokasi, kejadian bermula saat korban tengah beraktivitas di dekat area bendungan proyek.
Secara tidak sengaja, sandal milik korban terlepas dan terjatuh ke aliran sungai di sekitar konstruksi bendungan. Korban kemudian berupaya menuruni medan untuk mengambil kembali sandalnya yang hanyut.
Namun malang tidak dapat ditolak, kondisi sekitar konstruksi bendungan yang curam dan licin membuat korban kehilangan keseimbangan. Korban terpeleset dan langsung terperosok ke dalam pusaran air di area bendungan groundsill. Diduga kuat tidak mahir berenang, korban langsung tenggelam dan kehilangan nyawa di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan.
Struktur bendungan penahan arus yang belum selesai digarap oleh PT Indoraya Kabenteng ini dinilai warga setempat menjadi titik rawan kecelakaan fatal. Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan keprihatinan mendalam sekaligus melayangkan kritik keras atas minimnya pengamanan di area proyek.
“Lokasi bendungan proyek ini dibiarkan terbuka begitu saja tanpa pagar pembatas yang memadai. Ini sangat membahayakan keselamatan publik, terlebih bagi anak-anak dan remaja di sekitar sini yang sering beraktivitas dekat sungai,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Saat dikonfirmasi mengenai insiden maut ini, perwakilan pihak kontraktor dari PT Indoraya Kabenteng, Cakra, menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas musibah yang menimpa korban dan pihak keluarga.
Melalui sambungan telepon, Cakra menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terkait sistem keselamatan di area kerja (Health, Safety, and Environment).
“Kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan segera menambah rambu-rambu peringatan di sekitar area bendungan. Kami ingin memastikan warga tidak lagi beraktivitas terlalu dekat dengan zona berbahaya proyek yang sedang berjalan,” ujar Cakra.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat bersama aparatur desa setempat terus mendesak pihak kontraktor pelaksana serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku instansi berwenang. Warga menuntut realisasi peningkatan standar keselamatan kerja secara nyata di lokasi pengerjaan demi mencegah jatuhnya korban berikutnya.(Ysp/Red)
Sumber Berita Media Pari