MAJALENGKA – BUSERBAHYANGKARA.TV | Dugaan adanya aktivitas pemindahan atau pengalihan tujuan distribusi LPG menjadi sorotan setelah tim media melakukan penelusuran atas informasi mengenai sebuah kendaraan tangki LPG yang diduga berasal dari wilayah operasional Pertamina Balongan.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan investigasi lapangan di wilayah Pangkalanpari, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dalam penelusuran tersebut, tim media menemukan sebuah mobil tangki berkepala merah dengan nomor polisi B 9627 KO serta satu unit mobil pick up berwarna biru dengan nomor polisi E 1203 YC.
Di lokasi, mobil pick up tersebut terlihat membawa sejumlah peralatan berupa mesin, selang berukuran besar, serta beberapa tabung LPG berkapasitas 12 kilogram dan 50 kilogram.
Keberadaan kendaraan dan peralatan tersebut menimbulkan dugaan adanya aktivitas pemindahan isi LPG dari satu wadah ke wadah lainnya. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak berwenang maupun pihak terkait mengenai fungsi, peruntukan, serta legalitas aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.
Menindaklanjuti temuan itu, tim media kemudian mendatangi Polsek Jatitujuh untuk menyampaikan informasi agar dapat dilakukan pengecekan dan pendalaman sesuai kewenangan aparat.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (28/7/2026), salah seorang anggota Reskrim bersama petugas piket Polsek Jatitujuh menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat mengambil tindakan tanpa adanya arahan dari pimpinan.
“Ya kami takut salah bertindak, Pak, karena atasan tidak memberikan perintah. Kami hanya sekadar bawahan,” ujar salah seorang petugas.
Setelah memberikan laporan informasi kepada pihak kepolisian, tim media kembali melakukan pemantauan ke lokasi. Saat tiba kembali, terlihat sejumlah orang berada di sekitar area kendaraan.
Salah seorang pria yang mengenakan pakaian dinas lapangan (PDL) TNI memperkenalkan diri bernama Dedi dan mengaku berasal dari Kodim. Yang bersangkutan kemudian meminta tim media untuk segera meninggalkan lokasi. Kehadiran Dedi tersebut terjadi bersamaan dengan kedatangan tim dan seorang pemilik pangkalan yang disebut bernama Haji Udin.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti kapasitas maupun keterkaitan pihak-pihak tersebut dengan aktivitas yang berada di lokasi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, termasuk aparat kewilayahan dan instansi yang memiliki kewenangan.
Distribusi LPG merupakan sektor yang memiliki aturan pengawasan tersendiri, sehingga setiap dugaan penyimpangan dalam proses distribusi perlu mendapatkan perhatian dan pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Seluruh informasi dalam pemberitaan ini merupakan hasil temuan awal di lapangan dan masih menunggu hasil pemeriksaan serta klarifikasi resmi dari pihak berwenang maupun pihak terkait. Apabila terdapat perkembangan, klarifikasi, atau hak jawab, redaksi akan memuatnya sesuai prinsip jurnalistik yang berimbang.{RED)