September 24, 2026

JONGGOL, BuserbhayangkaratvKeberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah RW 11 Kp Jeprah, Desa Jonggol Kabupaten Bogor, memicu sorotan publik. Fasilitas yang semestinya menerapkan standar higiene dan sanitasi tinggi tersebut kini dikeluhkan warga setempat akibat bau menyengat yang diduga berasal dari pembuangan limbah operasional.

‎Aroma tidak sedap yang mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar ditengarai bersumber dari limbah cairan yang dialirkan langsung ke saluran drainase (got) pemukiman.

‎”Aromanya bau, pas ditelusuri ternyata limbah dibuang ke got,” ujar seorang warga sekitar saat ditemui di lokasi pada Agustus.

‎Selain persoalan bau limbah, penempatan lokasi Dapur MBG juga memicu tanda tanya. Area pengolahan makanan yang menuntut sterilitas tinggi tersebut terpantau berada tepat berdampingan dengan fasilitas Bank Sampah.

‎Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu (23/9/2026), pihak manajemen SPPG maupun penanggung jawab Dapur MBG tidak berada di tempat. Keterangan hanya diperoleh dari petugas keamanan setempat, Idrus.

‎Idrus mengklaim bahwa operasional Dapur MBG telah dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar teknis, di mana penyedotan berkala dilakukan menggunakan tangki penampung. Mengenai posisi bangunan yang berdampingan dengan Bank Sampah, ia menyebut keberadaan dapur pengolahan makanan tersebut sudah lebih dulu ada.

‎”Dapur MBG ini lebih dulu ada ketimbang Bank Sampah,” klaim Idrus.

‎Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan kondisi fakta di lapangan. Saluran drainase di sekitar lubang pembuangan IPAL Dapur MBG masih tampak kumuh dan terindikasi kuat tidak melalui proses penyaringan air (filtrasi) yang memadai sebelum dibuang ke aliran umum.

‎Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua RW 11 Jonggol, Budi, membenarkan adanya laporan dan keluhan dari masyarakat terkait dampak lingkungan dari Dapur MBG.

‎”Pernah saya mendapati komplain atau keluhan dari warga terkait bau limbah yang dibuang ke aliran got depan ini,” tegas Budi.

‎Budi juga secara tegas membantah klaim petugas keamanan mengenai riwayat keberadaan bangunan. Berdasarkan bukti digital dan dokumentasi riwayat kegiatan warga, Bank Sampah telah aktif dikelola jauh sebelum Dapur MBG mulai beroperasi.

‎Beberapa fakta dan bukti aktivitas Bank Sampah sebelum keberadaan Dapur MBG meliputi, Pengelolaan Sejak Tahun 2024: Berdasarkan rekam jejak digital serta dokumentasi foto tertanggal 12 Agustus 2024, pengurus RW dan warga telah mengelola area tersebut untuk menanggulangi sampah liar.

‎Dapur MBG Baru Beroperasi Desember 2025: Data lingkungan mengonfirmasi bahwa Dapur MBG baru mulai beroperasi dan mengisi lokasi tersebut pada 3 Desember 2025.

‎Dokumentasi Aktivitas Warga: Ketua RW 11 menyimpan seluruh arsip foto dan video kegiatan pengelolaan sampah lingkungan sebagai bukti konkret keberadaan Bank Sampah yang lebih awal dibanding Dapur MBG.

‎”Kita dari tahun 2024 pun sudah kelola (Bank Sampah). Kalau kita tidak kelola sampah liar itu, tidak mungkin dapur mau dekat dengan sampah liar,” tegas Budi dalam keterangannya.

Warga lain pun mengeluhkan dan mengatakan, “Tambah parah (red)”,ungkapnya sambil memperlihatkan video.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen utama SPPG maupun instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai evaluasi kelayakan sanitasi serta izin operasional Dapur MBG Jonggol tersebut.

(Andreas L/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *