Juni 21, 2026

P.Siantar, BUSERBHAYANGKARA.TV.COM

Kami selaku divisi hukum FGS (Front Gerilyawan Siantar) dan masyarakat kampung baru (FUTASI/Forum Tani Sejahtera Indonesia), mendesak Kapolresta Pematangsiantar agar menangkap pelaku pengeroyokan terhadap Fernandes Saragih dan mengutuk keras perbuatan pihak PTPN III yang selalu mengintimidasi masyarakat kampung baru dengan cara cara kekerasan, ucap Parluhutan Banjarnahor.

Kejadian terjadi Pada hari Sabtu, tanggal 14 Januari 2023, tepatnya Pukul 15.00 Wib, masyarakat kampung baru, kelurahan gurila yang tergabung di organisasi FUTASI, menghadang sekelompok security PTPN III Unit bangun yang mencoba merusak jalan menuju ke kampung gurila mengunakan traktor.

Atas perbuatan security tersebut, kemudian masyarakat menghadang security agar tidak merusak jalan, tetapi kemudian beberapa security memukuli salah satu masyarakat yang bernama Fernandes Saragih, di duga korban di pukuli oleh 5 (lima) orang security, hingga mengalami Luka lebam, lecet di tangan dan badan.

Kami menduga tujuan security ptpn III unit kebun bangun merusak jalan tersebut agar masyarakat tidak bisa masuk kekampung baru dalam beraktifitas bertani dan bekerja lainnya. Mereka juga berniat menghilangkan identitas bahwa fasilitas jalan umum tersebut merupakan pembangunan Pemerintah Kota Pematang Siantar, Ungkap Rudy Tambunan.

Pada dasarnya perkebunan sudah tidak punya hak di Kota Pematang Siantar ini. Tapi setelah adanya pembangunan Strategis Nasional yakni jalan Tol, Ringroad dan Rel Kereta Api di wilayah kp.Baru ini, kami menduga para Investor melalui PTPN III berniat menggusur bahkan memberangus kami warga ini, Tutupnya saat di konfirmasi.

Akibat peristiwa tersebut korban melapor ke Polresta Pematangsiantar di dampingi Divisi Hukum FGS dan Masyarakat yakni Parluhutan Banjarnahor dan Agusman Silahkan dengan Nomor Laporan STTLP/B/23/2023/I/SPKT/POLRES PEMATANGSIANTAR/POLDA SUMUT.

Penulis : FP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *