April 19, 2026

‎BANGLI, BALI, Buserbhayangkaratv – Krematorium Sagraha Mandrakantha Santhi di Bebalang, Bangli, menawarkan solusi praktis bagi pelaksanaan upacara ngaben di Bali, tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan tradisi. I Nyoman Karsana, SE, Ketua Yayasan Krematorium, menjelaskan bahwa krematorium ini dirancang untuk menjawab tantangan modernisasi dan memberikan fleksibilitas bagi keluarga yang mengalami kendala dalam pelaksanaan ngaben di banjarnya.

‎Pada Senin, 28 Juli 2025, krematorium ini melayani delapan upacara ngaben, termasuk ngelungah (pengabenan bayi), dari berbagai wilayah di Kabupaten Gianyar dan Bangli. Upacara dilakukan dengan khidmat dan memperhatikan sastra agama, dengan pemuput sulinggih yang dipilih oleh masing-masing keluarga. Gamelan angklung dan Tarian Topeng Sidakarya menambah nilai estetika dan makna upacara.

‎DR. I Gusti Made Widya Sena, salah satu keluarga yang melaksanakan ngaben di krematorium ini, menyatakan kepuasannya atas kelancaran dan efisiensi prosesi ngaben. Ia menilai krematorium ini sebagai solusi yang tepat karena tidak melenceng dari adat dan tradisi. Hal senada disampaikan Ni Putu Nova Yanti dari Dusun Penaga Landih, Desa Yang Api, Tembuku, yang mengapresiasi pelaksanaan upacara yang sesuai dengan sastra dan tata cara adat.

‎Nyoman Karsana menjelaskan bahwa krematorium ini menawarkan tiga tingkatan paket upacara ngaben dengan biaya yang bervariasi, serta memberikan fleksibilitas bagi keluarga untuk memilih prosesi yang diinginkan. Ia menegaskan bahwa krematorium bukanlah tujuan, melainkan solusi bagi umat Hindu yang menghadapi kendala dalam melaksanakan upacara ngaben sesuai adat dan tradisi.

Biro : Sum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *