Januari 16, 2026
Sumber Humas Polri

ACEH, Buserbhayangkaratv — Personel Polisi Udara (Poludara) Baharkam Polri berhasil melaksanakan misi pengiriman bantuan logistik kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Misi ini dinilai penuh tantangan dan risiko tinggi mengingat minimnya lokasi yang layak untuk pendaratan atau penurunan logistik dari udara.

Berdasarkan keterangan resmi Kadivhumas Polri, Irjen Pol Sandi Nugroho, pada Sabtu (6/12/2025), kondisi lapangan sangat sulit. Sebagian besar wilayah masih terendam genangan air, menyisakan sangat sedikit titik aman untuk operasi udara.

“Tidak ada tempat aman untuk melakukan dropping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” jelas Sandi Nugroho.

Meski demikian, demi memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, misi kemanusiaan dengan helikopter Poludara Baharkam Polri tetap dilaksanakan. Tim yang terdiri dari empat personel Pilot AKBP Dian Didik Arvianto, Copilot IPTU Vidya H. Mangundjaya, serta Aipda Sanioko dan Bripka Kukuh Wahyu melakukan penerbangan menuju lokasi bencana.

Dalam kondisi cuaca yang tidak ideal dengan hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, pilot harus mengambil keputusan cepat. Mereka memilih satu-satunya titik sempit yang dianggap memungkinkan, meski memiliki tingkat risiko yang tinggi.

“Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” papar Kadivhumas.

Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara memastikan paket-paket bantuan logistik dapat dijatuhkan tepat sasaran tanpa membahayakan warga yang telah menunggu di bawah.

“Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, risiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” tegas Sandi Nugroho.

Bantuan logistik yang telah berhasil didropping tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap kepada masyarakat terdampak. Operasi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen Polri dalam penanganan darurat bencana, meski dihadapkan pada kondisi medan dan cuaca yang sangat ekstrem.

Laporan Jurnalis : Ysp

Editor: Zen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *