Oktober 29, 2026
Perjuangkan Jalan Nunggi - NToke yang Puluhan Tahun Rusak, Ketua DPP Lumbung Aspirasi Rakyat Temui Dirjen Bina Marga Kementerian PU di Jakarta

JAKARTA, buserbhayangkaratv – Upaya memperjuangkan perbaikan Jalan Lintas Nunggi – Ntoke di Kabupaten Bima yang dikeluhkan warga karena puluhan tahun tak tersentuh perbaikan, terus dilakukan. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lumbung Aspirasi Rakyat Indonesia bersama tokoh masyarakat Bang Lawil Mahfudz, menyambangi Kantor Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.

Dalam keterangannya yang disampaikan langsung dari Gedung Direktorat Jenderal Bina Marga, ia menegaskan bahwa surat usulan terkait kerusakan Jalan Lintas Nunggi – Ntoke telah diterima dan saat ini sedang dikoordinasikan secara serius oleh Kementerian PU.

Menurutnya, koordinasi tersebut dilakukan melalui Direktorat Sistem Strategis Penyelenggara Jalan dan Jembatan, dan telah diteruskan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Alhamdulillah surat usulan kami sedang dikoordinasikan oleh Kementerian PU melalui Direktorat Sistem Strategis Penyelenggara Jalan dan Jembatan dan sedang dikoordinasikan dengan Balai Jalan Provinsi NTB,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan desakan terbuka kepada Bupati Bima, Adi Mahyudi, agar segera mengambil langkah konkret.

Ia meminta Pemkab Bima untuk segera berkoordinasi aktif dengan Pemerintah Provinsi NTB maupun Balai Jalan Provinsi NTB untuk turun langsung ke lapangan melakukan cross check dan verifikasi kondisi riil Jalan Lintas Nunggi – Ntoke.

“Jalan ini sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki oleh pemerintah daerah. Ini adalah akses dasar masyarakat yang harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Atas nama masyarakat, selaku Ketua Umum DPP Lumbung Aspirasi Rakyat Indonesia, ia sangat mengharapkan adanya niat baik dan sinergi dari tiga level pemerintahan pemerintah pusat, pemerintah provinsi NTB, dan pemerintah daerah Kabupaten Bima untuk bersama-sama memperbaiki Jalan Lintas Nunggi – Ntoke.

Perjuangan ini disebut sebagai bentuk aspirasi murni masyarakat yang mendambakan konektivitas dan keadilan pembangunan hingga ke wilayah pelosok. (Ysp/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *