BOGOR – Kalangan remaja usia belasan tahun yang bermaksud ingin mencari ketenaran dengan cara membuat konten-konten di media sosial (medsos), namun nasib malang dan nahas menimpa remaja pembuat konten tersebut hingga merenggut nyawa.
Diduga para remaja tersebut memiliki wadah komunikasi (Group) konten medsos, yang mana sebelum melakukan aksinya untuk sebuah ketenaran, diduga para remaja tersebut sebelumnya saling mengejek untuk segera membuat rekaman video.
Dalam hal tersebut, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, Akan Panggil para remaja yang terlibat dalam aksi pembuat Konten itu beserta orang tuanya. Senin, (16/01/2023).
Sebanyak Empat (4) orang anak remaja warga wilayah kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor, beserta para orang tuanya dipanggil dan untuk dimintai keterangan yang pasti terkait kejadian pada hari Sabtu 14 Januari 2023 kemarin,
Kejadian itu telah merenggut nyawa, Salah satu korban jiwa itu akibat aksi kenakalan remaja yang hanya mencari popularitas di beberapa grup media sosial/medsos,
Pelaku adegan berbahaya itu berjumlah lima (5) orang remaja yang dimana dua orang diantara mereka menjadi aktor penghadangan Truk Tronton dan tiga lainnya menjadi penyuting atau merekam aksi yang dilakukan kedua aktor tersebut,
Menurut keterangan yang di himpun, keduanya menghadang mobil truk tronton yang sedang melaju kencang dengan tiba-tiba dua remaja langsung hadang,
Kendati begitu, Sopir Truk Tronton sontak kaget bak Super hero hadang laju cepat kendaraan tersebut.
Namun sangat nahas, truk tronton yang dihadang oleh kedua aktor tersebut tidak berhenti dan menabrak korban remaja hingga tewas.
Akibat aksi tersebut, Kapolsek Gunung Putri, KOMPOL Bayu Tri Nugraha Hidayat, memanggil ke empat anak remaja beserta para orang tuanya untuk dimintai keterangan dan diberikan edukasi agar tidak melakukan lagi hal tersebut yang dapat membahayakan keselamatannya juga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Kapolsek Gunung Putri akan menindak tegas kepada para remaja pelaku penghadangan truk tersebut apabila mereka tidak bisa menghentikan aksi tersebut dengan diberikan beberapa edukasi dan arahan yang sudah diberikan.”ujar KOMPOL Bayu Tri Nugraha
Kapolsek Berharap dalam memberikan himbauannya, agar para orang tua lebih teliti lagi dalam memantau pergaulan anak-anaknya, jangan sampai hal yang sangat merugikan dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan tersebut terulang kembali”. Pungkasnya.
(*)